Saat ini, pemerintah Dubai sedang gencar-gencarnya meningkatkan sektor pariwisata mereka. Dengan melakukan pembangunan besar-besaran yang serba mewah dengan tujuan akan menarik wisatawan lokal maupun asing untuk datang ke Dubai. Asal tahu saja, pendapatan mereka selama ini digantungkan pada minyak bumi. Ketika muncul laporan cadangan minyak di Dubai semakin menipis, mereka membuat proyek-proyek raksasa untuk menarik lebih banyak turis sekaligus menambah devisa negara Uni Emirat Arab.
Salah satu cara yang dilalui adalah melakukan pembangunan pulau buatan. Selama ini, kita hanya mengenal Burj al-Arab sebagai hotel yang dibangun di atas sebuah pulau buatan. Tetapi ada lagi yang lebih besar dan lebih indah dari pulau tersebut
Palm Deira diumumkan pembangunannya pada bulan Oktober 2004. Setelah selesai, akan menjadi pulau buatan manusia terbesar di dunia yang akan merumahkan lebih dari 1 juta orang. Meskipun tanggal selesainya belum diumumkan, tetapi dijadwalkan selesai pada tahun 2015. Pulau ini 8 kali lebih besar dari
Palm Jebel Ali memulai pembangunannya pada bulan Oktober 2002 dan dijadwalkan selesai pada pertengahan 2008. Palm Jebel Ali diperkirakan merumahkan 1,7 juta orang tahun 2020. Setelah selesai, pulau ini akan dilingkari oleh Dubai Waterfront. Proyek ini, yang 50 persen lebih besar dari
Palm Jumeirah meliputi sebuah batang, sebuah mahkota dengan 17 cabang, dan pulau sabit yang mengelilinginnya dan membentuk pemecah gelombang sepanjang 11 kilometer. Pulau itu sendiri memiliki luas 5 km x 5 km. Akan menambah jumlah 78 kilometer tepi pantai
Palm Islands merupakan kepulauan buatan di Dubai, Uni Emirat Arab dimana infrastruktur perdagangan dan penghunian akan dibangun. Kepulauan ini menjadi proyek reklamasi tanahterbesar di dunia dan membentuk kepulauan buatan terbesar di dunia. Kesemuanya dibangun oleh Nakhel Properties, sebuah pembangunan properti di Uni Emirat Arab, yang menyewa kontraktor pengerukan Belanda, Van Oord, salh satu ahli terkenal dalam reklamasi tanah. Pulau-pulau itu adalah Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali dan Palm Deira.
Palm Islands adalah semenanjung buatan yang dibangun dari pasir yang dikeruk dari dasr Teluk Persia oleh perusahaan Belgia, Jan De Nul, dan perusahaan Belanda, Van Oord. Pasir itu kemudian disemprotkan oleh kapal keruk, yang dipandu oleh DGPS, menuju wilayah yang ditentukan menggunakan proses yang dikenal sebagai mempelangikan karena bentuknya ketika pasir disemprotkan. Sisi luar setiap Palm yang membentuk sabit adalah pemecah gelombang batu besar. 













































